Dinas Koperasi dan UMKM Permudah Pelayanan Lewat Klinik UMKM

img

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kuksr, H. Taufik (pict : riz/pk)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kukar kini telah memiliki unit pelayanan berupa Klinik UMKM di sejumlah Kecamatan. Keberadaan klinik ini diharapkan dapat mempermudah pelayanan dan memberikan manfaat bagi kepada masyarakan, khususnya Koperasi dam pelaku usaha kecil lokal.

 

Klinik UMKM ini sendiri merupakan salah satu program pembangunan pemerintah daerah melalui OPD terkait dalam mendukung terlaksananya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.

 

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar H Taufiq menjelaskan, Pemkab telah membangun Klinik UMKM di Kecamatan Loa Kulu, Muara Badak dan Anggan. Dengan adanya ini pastinya bisa memberikan manfaat bagi Koperasi maupun pelaku UMKM.

 

"Melalui klinik itu, kita melakukan pendampingan perizinan, pelatihan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan lainnya terhadap Koperasi dan UMKM," jelas Taufiq pada Poskotakaltimnews, Rabu (7/8/2024).

 

Pihaknya mengaku kalau Klinik UMKM yang ada belum berjalan maksimal, salah satu penyebabnya ialah karena keterbatasan sistem. Untuk ini pihaknya terus berupaya memaksimalkan Klinik UMKM yang ada.

 

"Kita butuh penyesuaian dengan sistem yang ada ini, dan terus lakukan pembenahan secara bertahap agar bisa maksimal," ujarnya mempertegas.

 

Hal itu untuk menyediakan sarana bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing produk dan managemen usaha. Serta meningkatkan jumlah UMKM yang menggunakan sistem pemasaran digital.

 

Kalau semua sistem yang sesuai harapan itu dapat berjalan dengan maksimal, Dinas Koperasi dan UMKM akan membangun Klinik di Kecamatan lainnya.

 

Pembangunan klinik UMKM ini termasuk ke dalam program usaha kecil idaman. Program itu juga diperkuat dengan sektor permodalan, dalam hal ini Pemkab Kukar menyediakan permodalan bagi pelaku UMKM dengan nilai maksimal 25 juta.

 

"Jadi bukan hanya difasilitasi pelatihan, pendampingan saja, tapi juga didukung dengan sektor permodalan. Agar usaha yang dijalankan bisa berkembang," ujarnya.

 

Dengan adanya program usaha kecil idaman ini, tanggapan masyarakat merasa terbantu baik dari fasilitasi, pendampingan hingga support permodalan.

 

"Kami berharap, pelaku UMKM atau Koperasi dapat memanfaatkan program pemerintah daerah ini dalam meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya," ungkapnya. (adv/riz)